Sabtu, 12 Maret 2016

Batu Tiger Eye (Mata Harimau)

Batu Tiger Eye (Mata Harimau)dikenal dengan batu chatoyant yang paling popular (chatoyant artinya bisa memantulkan sinar atau cahaya yang beraneka ragam), warnanya aslinya kuning, ada juga yang berwarna merah tua berkilau seperti emas dan dasar garis-garisnya seperti harimau loreng. Warna garisnyapun beda-beda, ada yang kuning muda (dinamakan mata harimau) dan ada juga yang warna putih (disebut mata garuda).
Pantulan warna warni yang berasal dari batu ini disebabkan oleh lapisan lapisan seperti serat yang banyak dan tipis sehingga setiap cahaya yang masuk dipantulkan oleh lapisan yang berbeda. Untuk bisa melihat ini, batu mata harimau dibuat atau dirubah menjadi bentuk cabochan karena dalam bentuk inilah batu ini bisa memaksimalkan pantulannya.
Batu mata harimau berasal dari keluarga batu kuarsa (quartz) maka dari itu semua batu kuarsa seperti batu akik (agate), batu akik bawang (chrysoprase), batu kalsedon, batu kinyang asap (smoky quartz) mempunyai nilai keras 7 dalam daftar Mohs, begitu juga batu mata harimau. Batu mata harimau berasal dari mineral crocidolite, mineral yang warna aslinya biru dan teroksidasi menjadi cokelat keemasan dan lama kelamaan menjadi batu kuarsa.
Batu yang setengah jadi dalam proses silicification dan batunya masih berwarna kebiruan disebut Hawk’s Eye atau batu mata garuda. Batu mata harimau yang berwarna merah disebabkan oleh pemanasan dan batu mata harimau berwarna madu sering dijadikan sebagai batu mata kucing (batu chrysoberyl yang harganya lebih mahal dan batunya lebih keras) untuk menipu pembeli. Fiber optic glass yang diproduksi dalam berbagai warna adalah cara yang paling banyak digunakan untuk me-imitasikan batu mata harimau.
Batu mata harimau dapat ditemukan di Burma, Australia, Amerika dan India, tapi yang paling bagus biasanya berasal dari Afrika Selatan.