Sabtu, 12 Maret 2016

Batu Opal (Batu Kalimaya)


Batu opal adalah bentuk amorfis dari silika yang berkaitan dengan kuarsa (bentuk mineraloid-nya, bukan mineral). Sebesar 3% hingga 21% dari berat keseluruhannya berupa air, namun biasanya isinya antara 6% hingga 10%. Opal terbentuk pada suhu yang relatif rendah dan ada di retakan setiap jenis batuan, umumnya ditemukan bersama limonit, batu pasir, riolit, marl dan basal. 97% opal berasal dari Australia dan merupakan batu permata nasionalnya.
Struktur dalam opal kalimaya membuatnya mampu menyebarkan cahaya; tergantung kondisi tempat batu ini terbentuk yang membuatnya dapat memunculkan berbagai warna. Warna opal bervariasi mulai dari jernih sampai putih, abu-abu, merah, jingga, kuning, hijau, biru, magenta, mawar, slat, zaitun, cokelat, dan hitam. Dari warna-warna tersebut, merah dan hitam adalah yang paling langka, sementara putih dan hijau sangat umum. Opal juga bervariasi dalam kepadatan optiknya mulai dari opak hingga semi-transparan. Untuk dipakai pada batu permata, warna alaminya sering digunakan dengan meletakkan lapisan opal tipis pada batu gelap seperti basal.
Terdapat beberapa jenis opal yang dikenal masyarakat umum seperti:
Opal biasa (common opal): Opal yang tidak menunjukkan permainan warna sama sekali.
Opal putih (white opal): opal berwarna putih, abu-abu, putih susu, hanya memiliki sedikit permainan warna atau tidak ada sama sekali.
Opal hitam (black opal): opal berwarna agak gelap kehitaman atau kecokelatan dengan permainan warna, sehingga membuatnya lebih kontras.
Boulder opal: opal yang masih menempel pada batuan.
Matrix opal: opal yang masih menempel pada batuan sebagai garis atau bercak-bercak warna.
Fire opal: opal tembus pandang atau sedikit tembus pandang berwarna merah, oranye, kuning atau kecoklatan dengan sedikit permainan warna atau tidak ada sama sekali.