Kamis, 25 Maret 2010

penyebab global warming

 Penyebab global warming – Sejak dikenalnya ilmu mengenai iklim, para ilmuwan telah mempelajari bahwa ternyata iklim di Bumi selalu berubah. Dari studi tentang jaman es di masa lalu menunjukkan bahwa iklim bisa berubah dengan sendirinya, dan berubah secara radikal. Apa penyebabnya? Meteor jatuh? Variasi panas Matahari? Gunung meletus yang menyebabkan awan asap? Perubahan arah angin akibat perubahan struktur muka Bumi dan arus laut? Atau karena komposisi udara yang berubah? Atau sebab yang lain? Pengertian Istilah Makna Artikel Ilmu Pendidikan Konten

Sampai baru pada abad 19, maka studi mengenai iklim mulai mengetahui tentang kandungan gas yang berada di atmosfer, disebut sebagai gas rumah kaca, yang bisa mempengaruhi iklim di Bumi. Apa itu gas rumah kaca?


Sebetulnya yang dikenal sebagai ‘gas rumah kaca’, adalah suatu efek, dimana molekul-molekul yang ada di atmosfer kita bersifat seperti memberi efek rumah kaca. Efek rumah kaca sendiri, seharusnya merupakan efek yang alamiah untuk menjaga temperatur permukaaan Bumi berada pada temperatur normal, sekitar 30°C, atau kalau tidak, maka tentu saja tidak akan ada kehidupan di muka Bumi ini.


Pada sekitar tahun 1820, bapak Fourier menemukan bahwa atmosfer itu sangat bisa diterobos (permeable) oleh cahaya Matahari yang masuk ke permukaan Bumi, tetapi tidak semua cahaya yang dipancarkan ke permukaan Bumi itu bisa dipantulkan keluar, radiasi merah-infra yang seharusnya terpantul terjebak, dengan demikian maka atmosfer Bumi menjebak panas (prinsip rumah kaca).


Tiga puluh tahun kemudian, bapak Tyndall menemukan bahwa tipe-tipe gas yang menjebak panas tersebut terutama adalah karbon-dioksida dan uap air, dan molekul-molekul tersebut yang akhirnya dinamai sebagai gas rumah kaca, seperti yang kita kenal sekarang. Arrhenius kemudian memperlihatkan bahwa jika konsentrasi karbon-dioksida dilipatgandakan, maka peningkatan temperatur permukaan menjadi sangat signifikan.


Semenjak penemuan Fourier, Tyndall dan Arrhenius tersebut, ilmuwan semakin memahami bagaimana gas rumah kaca menyerap radiasi, memungkinkan membuat perhitungan yang lebih baik untuk menghubungkan konsentrasi gas rumah kaca dan peningkatan Temperatur. Jika konsentrasi karbon-dioksida dilipatduakan saja, maka temperatur bisa meningkat sampai 1°C.


Tetapi, atmosfer tidaklah sesederhana model perhitungan tersebut, kenyataannya peningkatan temperatur bisa lebih dari 1°C karena ada faktor-faktor seperti, sebut saja, perubahan jumlah awan, pemantulan panas yang berbeda antara daratan dan lautan, perubahan kandungan uap air di udara, perubahan permukaan Bumi, baik karena pembukaan lahan, perubahan permukaan, atau sebab-sebab yang lain, alami maupun karena perbuatan manusia. Bukti-bukti yang ada menunjukkan, atmosfer yang ada menjadi lebih panas, dengan atmosfer menyimpan lebih banyak uap air, dan menyimpan lebih banyak panas, memperkuat pemanasan dari perhitungan standar.


Sejak tahun 2001, studi-studi mengenai dinamika iklim global menunjukkan bahwa paling tidak, dunia telah mengalami pemanasan lebih dari 3°C semenjak jaman pra-industri, itu saja jika bisa menekan konsentrasi gas rumah kaca supaya stabil pada 430 ppm CO2e (ppm = part per million = per satu juta ekivalen CO2 – yang menyatakan rasio jumlah molekul gas CO2 per satu juta udara kering). Yang pasti, sejak 1900, maka Bumi telah mengalami pemanasan sebesar 0,7°C.


Lalu, jika memang terjadi pemanasan, sebagaimana disebut; yang kemudian dikenal sebagai pemanasan global, (atau dalam istilah populer bahasa Inggris, kita sebut sebagai Global Warming): Apakah merupakan fenomena alam yang tidak terhindarkan? Atau ada suatu sebab yang signfikan, sehingga menjadi ‘populer’ seperti sekarang ini? Apakah karena Al Gore dengan filmnya “An Inconvenient Truth” yang mempopulerkan global warming? Tentunya tidak sesederhana itu.


Perlu kerja-sama internasional untuk bisa mengatakan bahwa memang manusia-lah yang menjadi penyebab utama terjadinya pemanasan global. Laporan IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) tahun 2007, menunjukkan bahwa secara rata-rata global aktivitas manusia semenjak 1750 menyebabkan adanya pemanasan. Perubahan kelimpahan gas rumah kaca dan aerosol akibat radiasi Matahari dan keseluruhan permukaan Bumi mempengaruhi keseimbangan energi sistem iklim. Dalam besaran yang dinyatakan sebagai Radiative Forcing sebagai alat ukur apakah iklim global menjadi panas atau dingin (warna merah menyatakan nilai positif atau menyebabkan menjadi lebih hangat, dan biru kebalikannya), maka ditemukan bahwa akibat kegiatan manusia-lah (antropogenik) yang menjadi pendorong utama terjadinya pemanasan global (Gb.1).


Sumber terutama peningkatan konsentrasi karbon-dioksida adalah penggunaan bahan bakar fosil, ditambah pengaruh perubahan permukaan tanah (pembukaan lahan, penebangan hutan, pembakaran hutan, mencairnya es). Peningkatan konsentrasi metana (CH4), dari 715 ppb (part per billion= satu per milyar) di jaman pra-industri menjadi 1732 ppb di awal 1990-an, dan 1774 pada tahun 2005. Ini melebihi angka yang berubah secara alamiah selama 650 ribu tahun (320 – 790 ppb). Sumber utama peningkatan metana pertanian dan penggunaan bahan bakar fosil. Konsentrasi nitro-oksida (N2O) dari 270 ppb – 319 ppb pada 2005. Seperti juga penyumbang emisi yang lain, sumber utamanya adalah manusia dari agrikultural. Kombinasi ketiga komponen utama tersebut menjadi penyumbang terbesar pada pemanasan global.

Kontribusi antropogenik pada aerosol (sulfat, karbon organik, karbon hitam, nitrat and debu) memberikan efek mendinginkan, tetapi efeknya masih tidak dominan dibanding terjadinya pemanasan, disamping ketidakpastian perhitungan yang masih sangat besar. Demikian juga dengan perubahan ozon troposper akibat proses kimia pembentukan ozon (nitrogen oksida, karbon monoksida dan hidrokarbon) berkontribusi pada pemanasan global. Kemampuan pemantulan cahaya Matahari (albedo), akibat perubahan permukaan Bumi dan deposisi aerosol karbon hitam dari salju, mengakibatkan perubahan yang bervariasi, dari pendinginan sampai pemanasan. Perubahan dari pancaran sinar Matahari (solar irradiance) tidaklah memberi kontribusi yang besar pada pemanasan global.


Info Terbaru Untuk Yang Ingin Kursus HP Tentunya Terbaik Di Indonesia. Selengkapnya Kunjungi Situs Utama di www.lampungservice.com  Cv Lampung Service Pelatihan Seminar Terbaik Di Indonesia : Tengah Metro Pesawaran Tanjung Karang Kedaton Pahoman Way Halim Tulang bAwang Krui Menggala Kota Bumi Way Lima Teluk Betung Panjang Natar Kalianda Tegineneng Blambangan Umpu Danau Ranau Gedong Tataan

Minggu, 21 Maret 2010

Senyawa alkaloid

 BAB 1

Senyawa alkaloid PENDAHULUAN Pengertian Istilah Makna Artikel Ilmu Pendidikan Konten

senyawa bahan alam adalah hasil metabolisme suatu organisme hidup (tumbuhan, hewan, sel) berupa metabolit primer dan sekunder. Sedangkan pengertian dari kimia bahan alam merupakan salah satu cabang ilmu kimia yang membahas tentang senyawa-senyawa kimia yang terdapat dalam bahan alam baik dari tanaman atau hewan. Sebenarnya senyawa kimia yang biasa kita jumpai seperti karbohidrat, lipid, vitamin dan asam nukleat termasuk dalam bahan alam, namun ahli kimia memberikan arti yang lebih sempit tentang istilah bahan alam yakni senyawa kimia yang berkaitan dengan metabolit sekunder saja seperti alkaloid, terpenoid, golongan fenol, feromon dan sebagainya.

Senyawa metaboilt sekunder adalah produk alami /senyawa alam yang eksistensinya tidak begitu penting dalam tubuh tapi berperan penting pada kelangsungan hidup suatu makhluk hidup

Senyawa-senyawa metabolit sekunder yang telah berhasil diisolasi, oleh manusia selanjutnya didayagunakan sebagai bahan obat seperti morfin sebagai obat nyeri, kuinin sebagai obat malaria, reserpin sebagai obat penyakit tekanan darah tinggi dan vinkristin serta vinblastin sebagai obat kanker. Selain sebagai bahan obat, senyawa metabolit sekunder juga didayagunakan oleh manusia untuk menunjang kepentingan industri seperti industri kosmetik dan industri pembuatan pestisida dan insektisida. Untuk di Indonesia, pemanfaatan senyawa bahan alam yang ditemukan para peneliti Indonesia sebagai bahan baku obat antara lain Itebein sebagai anti tumor, Artoindonesianin sebagai anti malaria, Diptoindonesin, Indonesiol serta banyak lagi.
Alkaloid adalah sebuah golongan senyawa basa bernitrogen yang kebanyakan heterosiklik dan terdapat di tumbuhan (tetapi ini tidak mengecualikan senyawa yang berasal dari hewan).

Alkaloid dihasilkan oleh banyak organisme, mulai dari bakteria, fungi (jamur), tumbuhan, dan hewan. Ekstraksi secara kasar biasanya dengan mudah dapat dilakukan melalui teknik ekstraksi asam-basa. Rasa pahit atau getir yang dirasakan lidah dapat disebabkan oleh alkaloid.

Awal alkaloida diketahui hanya terdapat dalam tumbuhan, terutama tumbuhan berbunga, Angiospermae. Selanjutnya ternyata terdapat dalam hewan, serangga, biota laut, mikroorganisme dan tumbuhan rendah. Contoh : Sebangsa rusa (muskopiridina), sejenis musang Kanada (kastoramina).

Alkaloida sebagian besar dalam tumbuhan ber-bunga. Kelompok alkaloida tertentu dapat dihubungkan dengan Keluarga (Famili) atau Marga (Genus). Sistem Engeler tumbuhan tinggi ada 60 Bangsa (Ordo) dan ± 34 mengandung alkaloida, 4% semua Keluarga mengandung sedikitnya satu alkaloida, hanya 8,7% pada sekitar 10.000 Marga. Keluarga mengandung alkaloida: Liliaceae, Solanaceae dan Rubiaceae. Satu Keluarga beberapa Marga mengandung alkaloida dan lainnya tidak, ada Marga sama mengandung alkaloida sama juga dari Keluarga lain. Contoh : hiosiamin terdapat dalam 7 Marga yang berbeda dari Keluarga Solanaceae, sedang vindolin dan morfin terda-pat terbatas hanya beberapa jenis tumbuhan dari Marga yang sama.

Asam amino, peptida, protein, nukleotid, asam nukleik, gula amino dan antibiotik biasanya tidak digolongkan sebagai alkaloid. Dan dengan prinsip yang sama, senyawa netral yang secara biogenetik berhubungan dengan alkaloid termasuk digolongan ini.

Sejarah alkaloid hampir setua peradaban manusia. Manusia telah menggunakan obat-obatan yang mengandung alkaloid dalam minuman, kedokteran, the, tuan atau tapal, dan racun selama 4000 tahun. Tidak ada usaha untuk mengisolasi komponen aktif dari ramuan obat-obatan hingga permulaan abad ke sembilan belas. Obat-obatan pertama yang diketemukan secara kimia adalah opium, getah kering Apium Papaver somniferum. Opium telah digunakan dalam obat-obatan selama berabad-abad dan sifat-sifatnya sebagai analgesik maupun narkotik telah diketahui.

Pada tahun 1803, Derosne mengisolasi alkaloid semi murni dari opium dan diberi nama narkotin. Seturner pada tahun 1805 mengadakan penelitian lebih lanjut terhadap opium dapat berhasil mengisolasi morfin.
tahun 1817-1820 di Laboratorium Pelletier dan Caventon di Fakultas Farmasi di Paris, melanjutkan penelitian di bidang kimia alkaloid yang menakjubkan. Diantara alkaloid yang diperoleh dalam waktu singkat tersebut adalah Stikhnin, Emetin, Brusin, Piperin, kaffein, Quinin, Sinkhonin, dan Kolkhisin.
tahun 1826, Pelletier dan Caventon juga memperoleh Koniin suatu alkaloid yang memiliki sejarah cukup terkenal. Alkaloid tersebut tidak hanya yang bertanggung jawab atas kematian Socrates akibat dari hisapan udara yang beracun, tetapi karena struktur molekulnya yang sederhana. Koniin merupakan alkaloid pertama yang ditentukan sifat-sifatnya (1870) dan yang pertama disintesis (1886). Selama tahun 1884 telah ditemukan paling sedikit 25 alkaloid hanya dari Chinchona. Kompleksitas alkaloid merupakan penghalang elusidasi struktur molekul selama abad ke sembilan belas bahkan pada awal abad ke dua puluh. Sebagai contoh adalah Stikhnin yang ditemukan pertama kali oleh Pelletier dan Caventon pada tahun 1819 dan struktur akhirnya dapat ditentukan oleh Robinson dan kawan-kawan pada tahun 1946 setelah melakukan pekerjaan kimia yang ekstra sukar selama hampir 140 tahun.

Tahun 1939 hampir 300 alkaloida telah diisolasi dan ± 200 telah ditentukan struktur. Dalam seri Alkaloida yang diterbitkan pertama oleh Manske pada 1950 memuat lebih 1000 alkaloida.Dikenalnya teknik sistem analisis kromatografi preparatif dan instrumen canggih maka penemuan alkaloida meningkat cepat-nya. Buku terbitan 1973 mencatat 4959 alkaloida dapat diisolasi dan 3293 ditentukan strukturnya. Perkembang Ilmu Pengetahuan dengan penemuan berbagai macam kromatografi dan instrumen spektroskopii dengan sistem komputerisasi maka isolasi dan penentuan struktur alkaloida sudah tidak terbilang lagi

Hingga sekarang dikenal sekitar 10.000 senyawa yang tergolong alkaloid dengan struktur sangat beragam, sehingga hingga sekarang tidak ada batasan yang jelas untuknya. Alkaloid adalah suatu golongan senyawa organik yang terbanyak ditemukan di alam. Hampir seluruh alkaloid berasal dari tumbuh-tumbuhan dan tersebar luas dalam berbagai jenis tumbuhan tingkat tinggi. Sebagian besar alkaloid terdapat pada tumbuhan dikotil sedangkan untuk tumbuhan monokotil dan pteridofita mengandung alkaloid dengan kadar yang sedikit.

Dalam Meyer’s Conversation Lexicons tahun 1896 dinyatakan bahwa alkaloid terjadi secara karakteristik di dalam tumbuh- tumbuhan, dan sering dibedakan berdasarkan kereaktifan fisiologi yang khas. Senyawa ini terdiri atas karbon, hidrogen, dan nitrogen, sebagian besar diantaranya mengandung oksigen. Sesuai dengan namanya yang mirip dengan alkali (bersifat basa) dikarenakan adanya sepasang elektron bebas yang dimiliki oleh nitrogen sehingga dapat mendonorkan sepasang elektronnya. Kesulitan mendefinisikan alkaloid sudah berjalan bertahun-tahun. Definisi tunggal untuk alkaloid belum juga ditentukan. Trier menyatakan bahwa sebagai hasil kemajuan ilmu pengetahuan, istilah yang beragam senyawa alkaloid akhirnya harus ditinggalkan (Hesse, 1981).Garam alkaloid dan alkaloid bebas biasanya berupa senyawa padat, berbentuk kristal tidak berwarna (berberina dan serpentina berwarna kuning). Alkaloid sering kali optik aktif, dan biasanya hanya satu dari isomer optik yang dijumpai di alam, meskipun dalam beberapa kasus dikenal campuran rasemat, dan pada kasus lain satu tumbuhan mengandung satu isomer sementara tumbuhan lain mengandung enantiomernya (Padmawinata, 1995). Ada juga alkaloid yang berbentuk cair, seperti konina, nikotina, dan higrina. Sebagian besar alkaloid mempunyai rasa yang pahit. Alkaloid juga mempunyai sifat farmakologi. Sebagai contoh, morfina sebagai pereda rasa sakit, reserfina sebagai obat penenang, atrofina berfungsi sebagai antispamodia, kokain sebagai anestetik lokal, dan strisina sebagai stimulan syaraf (Ikan, 1969).
Alkaloid telah dikenal selama bertahun-tahun dan telah menarik perhatian terutama karena pengaruh fisiologinya terhadap mamalia dan pemakaiannya di bidang farmasi, tetapi fungsinya dalam tumbuhan hampir sama sekali kabur. Beberapa pendapat mengenai kemungkinan perannya dalam tumbuhan sebagai berikut (Padmawinata, 1995):

1.Alkaloid berfungsi sebagai hasil buangan nitrogen seperti urea dan asam urat dalam hewan (salah satu pendapat yang dikemukan pertama kali, sekarang tidak dianut lagi).
2. Beberapa alkaloid mungkin bertindak sebagai tandon penyimpanan nitrogen meskipun banyak alkaloid ditimbun dan tidak mengalami metabolisme lebih lanjut meskipun sangat kekurangan nitrogen.
3. Pada beberapa kasus, alkaloid dapat melindungi tumbuhan dari serangan parasit atau pemangsa tumbuhan. Meskipun dalam beberapa peristiwa bukti yang mendukung fungsi ini tidak dikemukakan, mungkin merupakan konsep yang direka-reka dan bersifat ‘manusia sentris’.
4. Alkaloid dapat berlaku sebagai pengatur tumbuh, karena dari segi struktur, beberapa alkaloid menyerupai pengatur tumbuh. Beberapa alkaloid merangasang perkecambahan yang lainnya menghambat.
5. Semula disarankan oleh Liebig bahwa alkaloid, karena sebagian besar bersifat basa, dapat mengganti basa mineral dalam mempertahankan kesetimbangan ion dalam tumbuhan.
Perlu dicatat bahwa selama kimia organik berkembang pesat selama periode tersebut, menjadi ilmu pengetahuan yang rumit pada saat ini, usaha pengembangan dalam kimia bahan alam tumbuh sejalan, banyak reaksi yang sekarang merupakan reaksi klasik dalam kimia organik adalah hasil penemuan pertama dari studi yang cermat degradasi senyawa bahan alam.

BAB 2

ALKALOID

1. Pengertian Alkaloid
Alkaloida adalah senyawa yang mempunyai struktur heterosiklik yang mengandung atom N didalam intinya dan bersifat basa, karena itu dapat larut dalam asam-asam serta membentuk garamnya, dan umumnya mempunyai aktifitas fisiologis baik terhadap manusia ataupun hewan. Alkaloid merupakan senyawa yang mengandung atom nitrogen yang tersebar secara terbatas pada tumbuhan.Alkaloid kebanyakan ditemukan pada Angiospermae dan jarang pada Gymnospermae dan Cryptogamae. Senyawa ini cukup banyak jenisnya dan terkadang memiliki struktur kimia yang sangat berbeda satu sama lain, meskipun berada dalam satu kelompok.

Istilah "alkaloid" (berarti "mirip alkali", karena dianggap bersifat basa) pertama kali dipakai oleh Carl Friedrich Wilhelm Meissner (1819), seorang apoteker dari Halle (Jerman) untuk menyebut berbagai senyawa yang diperoleh dari ekstraksi tumbuhan yang bersifat basa (pada waktu itu sudah dikenal, misalnya, morfina, striknina, serta solanina).

Alkaloid adalah Kelompok senyawa yang mengandung nitrogen dalam bentuk gugus fungsi amin. Pada umumnya, alkaloid mencakup senyawa bersifat basah yang mengandung 1/ lebih atom nitrogen, biasanya dalam gabungan sebagai bagian dari sistem siklik. Alkaloid biasanya beracun, jadi banyak digunakan dalam bidang pengobatan. Alkaloid biasanya tanwarna, sering kali bersifat optis aktif, kebanyakan berbentuk kristal tapi hanya sedikit yang berupa cairan pada suhu kamarPada umumnya, alkaloid tidak sering terdapat dalam gymospermae, paku-pakuan, lumut dan tumbuhan rendah.Suatu
Alkaloid merupakan senyawa organik bahan alam yang terbesar jumlahnya, baik dari segi jumlahnya maupun sebarannya.Berikut berbagai definisi menurut:

    Alkaloid menurut Winterstein dan Trier didefinisikan sebagai senyawa senyawa yang bersifat basa, mengandung atom nitrogen berasal dari tumbuan dan hewan.

    Harborne dan Turner (1984) mengungkapkan bahwa tidak satupun definisi alkaloid yang memuaskan, tetapi umumnya alkaloid adalah senyawa metabolid sekunder yang bersifat basa, yan mengandung satu atau lebih atom nitrogen, biasanya dalam cincin heterosiklik, dan bersifat aktif biologis menonjol.

Struktur alkaloid beraneka ragam, dari yang sederhana sampai rumit, dari efek biologisnya yang menyegarkan tubuh sampai toksik.Satu contoh yang sederhana adalah nikotina. Nikotin dapat menyebabkan penyakit jantung, kanker paru-paru, kanker mulut, tekanan darah tinggi, dan gangguan terhadap kehamilan dan janin

2. Sifat – Sifat Alkaloid

Beberapa sifat dari alkaloid yaitu :
1. Mengandung atom nitrogen yang umumnya berasal dari asam amino dan golongan heterogen.
2. Umumnya berupa Kristal atau serbuk amorf.
3. Alkaloid yang berbentuk cair yaitu konini, nikotin dan spartein.
4. Dalam tumbuhan berada dalam bentuk bebas, dalam bentuk N-oksida atau dalam bentuk garamnya.
5. Umumnya mempunyai rasa yang pahit.
6. sering beracun.
7. bersifat optis aktif dan berupa sistim siklik
8. Alkaloid dalam bentuk bebas tidak larut dalam air, tetapi larut dalam kloroform, eter dan pelarut organik lainnya yang bersifat relative nonpolar.
9. Alkaloid dalam bentuk garamnya mudah larut dalam air.
10. Alkaloid bebas bersifat basa karena adanya pasangan elektron bebas pada atom N-nya.
11. biasanya banyak digunakan dibidang farmasi.
12. sampel yang mengandung alkaloid setelah drx akan berwarna merah.
Sifat Fisika, kebanyakan padatan kristal dengan titik lebur tertentu, sedikit berbentuk amorf dan hanya ada beberapa berbentuk cair (nikotina dan koniina). Umum tidak berwarna, hanya beberapa berwarna, misalnya berberina dan serpentins (kuning), betanina (merah). Kelarutan alkaloida bebas hanya larut dalam pelarut organik, pseudo dan protoalkaloida larut dalam air, betanina (merah) bentuk garamnya dan alkaloida kuaterner larut dalam air. Alkaloida seringkali optik aktif dan biasanya hanya satu dari isomer optik dijumpai di alam, beberapa terdapat dalam bentuk rasemat, kadang juga satu tumbuhan mengandung satu isomer dan tumbuhan lain mengandung enantiomernya

Sifat kimia, umunya bersifat basa, sifat ini ter-gantung pada adanya pasangan elektron dari nitro-gen. Jika gugus fungsional berdekatan nitrogen ber-sifat melepaskan elektron (misalnya gugus alkil) maka kesediaan elektron nitrogen naik dan senyawa bersi-fat basa. Sebagai contoh trietilamin lebih basa dari dietilamin dan dietilamin lebih basa dari etilamin. (C2H5)3 N - (C2H5)2 N - (C2H5) N
Sebaliknya, bila gugus fungsional berdekatan bersifat menarik elektron (gugus karbonil), maka ketersediaan pasangan elektron berkurang dan pengaruh ditimbul-kan alkaloida dapat bersifat netral atau bahkan sedikit bersifat asam. Misalnya senyawa yang mengandung amida

3. Klasifikasi Alkaloid

Alkaloida, senyawa organik bahan alam tidak punya tatanama sistematik, karena itu dinyatakan dengan nama trivial, berakhiran –ina seperti pada karbohidrat dengan akhira - osa, misal : kuinina, morfina, strikh-nina. Dibanding steroid dan flavonoid punya struktur dasar, alkaloida struktur beragam, klasifikasi alkaloida rumit dan belum ada klasifikasi seragam, umum digolong-kan berdasarkan pada :

Menurut kesamaan sumber asal molekulnya (precursors)
Didasari dengan metabolisme pathway (metabolic pathway) yang dipakai untuk membentuk molekul itu. Kalau biosintesis dari sebuah alkaloid tidak diketahui, alkaloid digolongkan menurut nama senyawanya, termasuk nama senyawa yang tidak mengandung nitrogen (karena struktur molekulnya terdapat dalam produk akhir. sebagai contoh: alkaloid opium kadang disebut "phenanthrenes"), atau menurut nama tumbuhan atau binatang dimana senyawa itu diisolasi. Jika setelah alkaloid itu dikaji, penggolongan sebuah alkaloid dirubah menurut hasil pengkajian itu, biasanya mengambil nama amine penting-secara-biologi yang mencolok dalam proses sintesisnya.

Menurut Jenis cincin heterosiklik nitrogennya
Menurut klasifikasi ini dikenal, misalnya alka-loida pirolidina, piperidina, isokuinolina, indol, kuinolina dan sebagainya.

Meneurut Asal tumbuhan terdapatnya
Dasar awal alkaloida ditemukan pada tumbuh-an, misal : alkaloida tembakau, alkaloida Ama-ryllidaceae, alkaloida Erythrina dan sebagainya. Kesulitan, ada alkaloida tidak hanya terdapat pada satu tumbuhan, misal : nikotina, selain dalam temba-kau dari Keluarga Solanaceae, juga terdapat dalam tumbuhan lain yang tidak ada hubungan sama sekali dengan tembakau. Kelemahan lain, beberapa alkaloida berasal dari satu tumbuhan tertentu dapat mempunyai struktur yang sangat berbeda-beda. Cara ini mempunyai kelemahan, yaitu : beberapa alkaloida yang berasal dari tumbuhan tertentu dapat mempunyai struktur yang berbeda-beda.

Menurut asal – usul biogenetinya

Cara ini dapat menjelaskan hubungan antara satu alkaloida dengan alkaloida lainnya yang diklasifikasi berdasarkan cincin heterosillik, merupakan perluasan sistem berdasarkan cincin heterosikliknya. Biosintesis menunjukkan bahwa alkaloida berasal dari beberapa asam amino tertentu saja. Berdasarkan ini, alkaloida dibedakan atas 3 golongan utama, yaitu :

1. Alkaloida alisiklik yang berasal dari asam amino ornitin dan lisin
2. Alkaloida aromatik jenis fenilalanin yang berasal fenilalanin, tirosin dan 3,4 – dihidroksifenil-alanin
3. Alkaloida aromatik jenis indol, yang berasal dari triptofan
v Menurut sistem klasifikasi yang diterima, menurut Hegnauer, Aktivitas, asal – usul asam aminonya dan sifat kebasa-annya alkaloid dikelompokkan sebagai

1) Alkaloid sesungguhnya
Alkaloid sesungguhnya adalah racun, senyawa tersebut menunjukkan aktivitas phisiologi yang luas, hampir tanpa terkecuali bersifat basa; lazim mengandung Nitrogen dalam cincin heterosiklik, diturunkan dari asam amino, biasanya terdapat “aturan” tersebut adalah kolkhisin dan asam aristolokhat yang bersifat bukan basa dan tidak memiliki cincin heterosiklik dan alkaloid quartener, yang bersifat agak asam daripada bersifat basa. Alkaloid jenis ini memiliki ciri-ciri; toksik, perbedaan keaktifanfisiologis yang besar, basa, biasanya mengandung atom nitrogen di dalamcincin heterosiklis, turunan asam amino, distribusinya terbatas dan biasanya terbentuk di dalam tumbuhan sebagai garam dari asam organik. Tetapi ada beberapa alkaloid ini yang tidak bersifat basa, tidak mempunyai cincin heterosiklis dan termasuk alkaloid kuartener yang lebih condong bersifat asam. Contoh dari alkaloid ini adalah koridin dan serotonin. Koridin Serotonin

2) Protoalkaloid
Protoalkaloid merupakan amin yang relatif sederhana dimana nitrogen dan asam amino tidak terdapat dalam cincin heterosiklik. Protoalkaloid diperoleh berdasarkan biosintesis dari asam amino yang bersifat basa. Pengertian ”amin biologis” sering digunakan untuk kelompok ini. Contoh, adalah meskalin, ephedin dan N,Ndimetiltriptamin. Alkaloid jenis ini memiliki ciri-ciri; mempunyai struktur amina yang sederhana, di mana atom nitrogen dari asam aminonya tidak berada di dalam cincin heterosiklis, biosintesis berasal dari asam amino dan basa, istilah biologycal amine sering digunakan untuk alkaloid ini. Contoh dari alkaloid ini adalah meskalina dan efedrina.
.
3) Pseudoalkaloid
Pseudoalkaloid tidak diturunkan dari prekursor asam amino atau alkalois semu. Senyawa biasanya bersifat basa. Ada dua seri alkaloid yang penting dalam khas ini, yaitu alkaloid steroidal (contoh: konessin dan purin (kaffein). Alkaloid jenis ini memiliki ciri-ciri; tidak diturunkan dari asam amino dan umumnya bersifat basa. contohnya adalah kafeina ,

Berdasarkan atom nitrogennya, alkaloid dibedakan atas:

a. Alkaloid dengan atom nitrogen heterosiklik, Dimana atom nitrogen terletak pada cincin karbonnya. Yang termasuk pada golongan ini adalah :

1. Alkaloid Piridin-Piperidin
Mempunyai satu cincin karbon mengandung 1 atom nitrogen. Yang termasuk dalam kelas ini adalah : Conium maculatum dari famili Apiaceae dan Nicotiana tabacum dari famili Solanaceae.

2. Alkaloid Tropan
Mengandung satu atom nitrogen dengan gugus metilnya (N-CH3). Alkaloid ini dapat mempengaruhi sistem saraf pusat termasuk yang ada pada otak maupun sun-sum tulang belakang. Yang termasuk dalam kelas ini adalah Atropa belladona yang digunakan sebagai tetes mata untuk melebarkan pupil mata, berasal dari famili Solanaceae, Hyoscyamus niger, Dubuisia hopwoodii, Datura dan Brugmansia spp, Mandragora officinarum, Alkaloid Kokain dari Erythroxylum coca (Famili Erythroxylaceae)

3. Alkaloid Quinolin
Mempunyai 2 cincin karbon dengan 1 atom nitrogen. Yang termasuk disini adalah ; Cinchona ledgeriana dari famili Rubiaceae, alkaloid quinin yang toxic terhadap Plasmodium vivax

4. Alkaloid Isoquinolin
Mempunyai 2 cincin karbon mengandung 1 atom nitrogen. Banyak ditemukan pada famili Fabaceae termasuk Lupines (Lupinus spp), Spartium junceum, Cytisus scoparius dan Sophora secondiflora

5. Alkaloid Indol
Mempunyai 2 cincin karbon dengan 1 cincin indol . Ditemukan pada alkaloid ergine dan psilocybin, alkaloid reserpin dari Rauvolfia serpentine, alkaloid vinblastin dan vinkristin dari Catharanthus roseus famili Apocynaceae yang sangat efektif pada pengobatan kemoterapy untuk penyakit Leukimia dan Hodgkin‟s.

6. Alkaloid Imidazol
Berupa cincin karbon mengandung 2 atom nitrogen. Alkaloid ini ditemukan pada famili Rutaceae. Contohnya; Jaborandi paragua.

7. Alkaloid Lupinan
Mempunyai 2 cincin karbon dengan 1 atom N, alkaloid ini ditemukan pada Lunpinus luteus (fam : Leguminocaea).

8. Alkaloid Steroid
Mengandung 2 cincin karbon dengan 1 atom nitrogen dan 1 rangka steroid yang mengandung 4 cincin karbon. Banyak ditemukan pada famili Solanaceae, Zigadenus venenosus.

9. Alkaloid Amina
Golongan ini tidak mengandung N heterosiklik. Banyak yang merupakan tutrunan sederhana dari feniletilamin dan senyawa-senyawa turunan dari asam amino fenilalanin atau tirosin, alkaloid ini ditemukan pada tumbuhan Ephedra sinica (fam Gnetaceae)

10. Alkaloid Purin
Mempunyai 2 cincin karbon dengan 4 atom nitrogen. Banyak ditemukan pada kopi (Coffea arabica) famili Rubiaceae, dan Teh (Camellia sinensis) dari famili Theaceae, Ilex paraguaricasis dari famili Aquifoliaceae, Paullunia cupana dari famili Sapindaceae, Cola nitida dari famili Sterculiaceae dan Theobroma cacao.

b. Alkaloid tanpa atom nitrogen yang heterosilik Dimana, atom nitrogen tidak terletak pada cincin karbon tetapi pada salah satu atom karbon pada rantai samping.

1. Alkaloid Efedrin (alkaloid amine)
Mengandung 1 atau lebih cincin karbon dengan atom Nitrogen pada salah satu atom karbon pada rantai samping. Termasuk Mescalin dari Lophophora williamsii, Trichocereus pachanoi, Sophora secundiflora, Agave americana, Agave atrovirens, Ephedra sinica, Cholchicum autumnale.

2. Alkaloid Capsaicin
Dari Chile peppers, genus Capsicum. Yaitu ; Capsicum pubescens, Capsicum baccatum, Capsicum annuum, Capsicum frutescens, Capsicum chinense.

v DETEKSI Prosedur Wall, ekstraksi ±20 g sampel kering secara refluks dengan etanol 80%. Dingin saring, ampas dicuci etanol 80%, filtrat dikum-pul, diuapkan. Residu larutkan dengan air sua-sana asam (asam klorida 1%), disaring, tam-bah pereaksi endap seperti Mayer, siklotungstat atau pereaksi lain. Bila positif, maka larutan asam dibasakan kembali dan diekstraksi dengan pelarut organik. Lapisan organik asam-kan kembali dan lapisan air asam dites dengan pereaksi warna, jika positif maka dapat diyakini bahwa sampel mengandung alkaloida. Lapisan organik basa perlu juga dites untuk menen-tukan adanya alkaloida quaterner.
Prosedur Kiang – Douglas, sampel kering dibasakan dengan larutan amonia encer,ekstraksi dengan pelarut organik (kloroform), Ekstrak kloroform dipekatkan dan alkaloida diubah menjadi garam hidroklori dengan penambahan HCl 2 N. Filtrat larutan berair kemudian diuji dengan pereaksi alkaloida.

Kekurangan metode Kiang – Douglas adalah senyawa amonium kuaterner tidak dapat diubah menjadi ben-tuk basa bebasnya dengan cara penambahan amonia dan tetap tinggal dalam sampel sehingga tidak terde-teksi. Sedang prosedur Wall alkaloida quaterner mun-cul sebagai false – positive karena senyawa tersebut tidak dapat terekstraksi ke dalam pelarut organik da-lam suasana asam – basa. Beberapa pereaksi endap; Mayer, Bouchardat, Dragendorff, Wagner, larutan tannin, lauran pikrat dalam air, larutan asam pikrolonat, larutan asam sublimat, larutan asam siliko-wolframat dan larutan emas klorida, Pereaksi warna; asam sulfat bebas NO, pereaksi Edman, perekasi Frohde, pereaksi Mandelin, pereaksi Marquis.
4. Identifikasi Senyawa Alkaloid

1. Berdasarkan sifat spesifik.
Alkaloid dalam larutan HCl dengan pereaksi Mayer dan Bouchardhat membentuk endapan yang larut dalam alkohol berlebih. Protein juga memberikan endapan, tetapi tidak larut dalam dalam alcohol berlebih.

2. Berdasarkan bentuk basa dan garam-nya / Pengocokan
Alkaloid sebagai basanya tidak larut dalam air, sebagai garamnya larut baik dalam air. Sebaiknya pelarut yang digunakan adalah pelarut organik : eter dan kloroform. Pengocokan dilakukan pada pH : 2, 7, 10 dan 14.Sebelum pengocokan, larutan harus dibasakan dulu, biasanya menggunakan natrium hidroksida, amonia pekat, kadang-kadang digunakan natrium karbonat dan kalsium hidroksida.

3. Reaksi Gugus Fungsionil

a. Gugus Amin Sekunder
Reaksi SIMON : larutan alkaloida + 1% asetaldehid + larutan na.
nitroprussida = biru-ungu.
Hasil cepat ditunjukkan oleh Conilin, Pelletierin dan Cystisin.
Hasil lambat ditunjukkan oleh Efedrin, Beta eucain, Emetin, Colchisin dan Physostigmin.

b. Gugus Metoksi
Larutan dalam Asam Sulfat + Kalium Permanganat = terjadi formaldehid, dinyatakan dengan reaksi SCHIFF. Kelebihan Kalium Permanganat dihilangkan dengan Asam Oksalat.
Hasil positif untuk Brucin, Narkotin, koden, Chiksin, Kotarnin, Papaverin, Kinidin, Emetin, Tebain, dan lain-lain.

c. Gugus Alkohol Sekunder
Reaksi SANCHES : Alkaloida + Larutan 0,3% Vanilin dalam HCl pekat, dipanaskan diatas tangas air = merah-ungu.Hasil positif untuk Morfin, Heroin, Veratrin, Kodein, Pronin, Dionin, dan Parakonidin.

d. . Gugus Formilen
· Reaksi WEBER & TOLLENS :
Alkaloida + larutan Floroglusin 1% dalam Asam Sulfat (1:1),
panaskan = merah.

· Reaksi LABAT :

Alkaloida + Asam Gallat + asam Sulfat pekat, dipanaskan diatas tangas air = hijau-biru.
Hasil positif untuk Berberin, Hidrastin, Kotarnin, Narsein, Hidrastinin, narkotin, dan Piperin.

e. Gugus Benzoil
Reaksi bau : Esterifikasi dengan alcohol + Asam Sulfat pekat = bau ester.
Hasil positif untuk Kokain, Tropakain, Alipin, Stivakain, Beta eukain, dan lain-lain.

f. Reaksi GUERRT
Alkaloida didiazotasikan lalu + Beta Naftol = merah-ungu.
Hasil positif untuk kokain, Atropin, Alipin, Efedrin, tropakain, Stovakain, Beta eukain, dan lain-lain.

g. Reduksi Semu
Alkaloida klorida + kalomel + sedikit air = hitam Tereduksi menjadi logam raksa.
Raksa (II) klorida yang terbentuk terikat dengan alkaloid sebagai kompleks.
Hasil positif untuk kokain, Tropakain, Pilokarpin, Novokain, Pantokain, alipin, dan lain-lain.

h. Gugus Kromofor

· Reaksi KING :
Alkaloida + 4 volume Diazo A + 1 volume Diazo B + natrium Hidroksida = merah intensif. Hasil positif untuk Morfin, Kodein, Tebain dan lain-lain.
· Reaksi SANCHEZ :
Alkaloida + p-nitrodiazobenzol (p-nitroanilin + Natrium Nitrit + Natrium Hidrolsida) = ungu kemudian jingga. Hasil positif untuk alkaloida opium kecuali Tebain, Emetin, Kinin, kinidin setelah dimasak dengan Asam Sulfat 75%.

4. Pereaksi untuk analisa lainnya

a. Iodium-asam hidroklorida
Merupakan pereaksi untuk golongan Xanthin. Digunakan untuk pereaksi penyemprot pada lempeng KLT (Kromatografi Lapis Tipis) dimana akan memberikan hasil dengan noda ungu-biru sampai coklat merah.
b. Iodoplatinat
Pereaksi untuk alkaloid, juga sebagai pereaksi penyemprot pada lempeng KLT dimana hasilnya alkaloid akan tampak sebagai noda ungu sampai biru-kelabu.
c. Pereaksi Meyer (Larutan kalium Tetraiodomerkurat)
Merupakan pereaksi pengendap untuk alkaloid.

5. Kegunaan Alkaloida
Alkaloida telah dikenal selama bertahun-tahun dan telah menarik perhatian terutama karena pengaruh fisiologisnya terhadap binatangmenyusui dan pemakainnya di bidang farmasi, tetapi fungsinya dalam tumbuhan hampir sama sekali kabur. Beberapa mendapat mengenai kemungkinan perannya ialah sebagai berikut :

  •     Salah satu pendapat yang dikemukakan pertama kali, sekarang tidak dianut lagi, ialah bahwa alkaloid berfungsi sebagai hasil buangan nitrogen seperti urea dan asam urat hewan.
  •     Beberapa alkaloid mungkin bertindak sebagai tendon penyimpanan nitrogen meskipun banyak alkaloid ditimbun dan tidak mengalami metabolisme lebih lanjut meskipun sangat kekurangan nitrogen.
  •     Pada beberapa kasus, alkaloid dapat melindungi tumbuhan dariserangan parasit atau pemangsa tumbuhan. Meskipun dalam beberapa peristiwa bukti yang mendukung fungsi ini tidak dikemukakan, ini barangkali merupakan konsep yang direka-reka dan bersifat “manusia sentries”.
  •     Alkaloid dapat berlaku sebagai pengatur tumbuh karena segi struktur, beberapa alkaloid menyerupai pengatur tumbuh. Beberapa alkaloid merangsang perkecambahan, yang lainnya menghambat.
  •     Semula disarankan oleh Liebig bahwa alkaloid, karena sebagian bersifat basa, dapat mengganti basa mineral dalam mempertahankan kesetimbangan ion dalam tumbuhan. Sejalan dengan saran ini, pengamatan menunjukkan bahwa pelolohan nikotina ke dalam biakan akar tembakau meningkatkan ambilan nitrat. Alkaloid dapat pula berfungsi dengan cara pertukaran dengan kation tanah.


BAB 3
PENUTUP

    Alkaloida adalah senyawa yang mempunyai struktur heterosiklik yang mengandung atom N didalam intinya dan bersifat basa, karena itu dapat larut dalam asam-asam serta membentuk garamnya, dan umumnya mempunyai aktifitas fisiologis baik terhadap manusia ataupun hewan.

    Klasifikasi alkaloida didasarkan atas :

1.Unsur jenis cincin heterosiklik nitrogen
2.Berdasarkan jenis tumbuhan asal alkaloida tersebut.
3.Berdasarkan asal usul biogenetiknya
4.Berdasarkan klasifikasi Hegnauer yang membagi alkaloida menjadi alkaloida sejati, protoalkaloida dan pseudoalkaloida.

    Metode Isolasi dan Identifikasi alkaloida didasarkan berdasarkan sifat basanya dengan menggunakan ekstraksi berdasarkan azas Keller dan pemurnian dengan menggunakan kromatografi penukar ion maupun kromatografi partisi. Identifikasi alkaloida juga didasarkan pada kemampuannya membentuk kompleks dengan logam-logam berat.



Info Terbaru Untuk Yang Ingin Kursus HP Tentunya Terbaik Di Indonesia. Selengkapnya Kunjungi Situs Utama di www.lampungservice.com  Cv Lampung Service Pelatihan Seminar Terbaik Di Indonesia : Tengah Metro Pesawaran Tanjung Karang Kedaton Pahoman Way Halim Tulang bAwang Krui Menggala Kota Bumi Way Lima Teluk Betung Panjang Natar Kalianda Tegineneng Blambangan Umpu Danau Ranau Gedong Tataan

Kamis, 18 Maret 2010

fungsi protein

Fungsi protein di dalam tubuh kita sangat banyak, bahkan banyak dari proses pertumbuhan tubuh manusia dipengaruhi oleh protein yang terkandung di dalam tubuh kita. Pengertian Istilah Makna Artikel Ilmu Pendidikan Konten




Sebagai enzim

Hampir semua reaksi biologis dipercepat atau dibantu oleh suatu senyawa makromolekul spesifik yang disebut enzim, dari reaksi yang sangat sederhana seperti reaksi transportasi karbon dioksida sampai yang sangat rumit seperti replikasi kromosom. Protein besar peranannya terhadap perubahan-perubahan kimia dalam sistem biologis.

Alat pengangkut dan penyimpan

Banyak molekul dengan MB kecil serta beberapa ion dapat diangkut atau dipindahkan oleh protein-protein tertentu. Misalnya hemoglobin mengangkut oksigen dalam eritrosit, sedangkan mioglobin mengangkut oksigen dalam otot. Pengatur pergerakan Protein merupakan komponen utama daging, gerakan otot terjadi karena adanya dua molekul protein yang saling bergeseran.

Penunjang mekanis


Kekuatan dan daya tahan robek kulit dan tulang disebabkan adanya kolagen, suatu protein berbentuk bulat panjang dan mudah membentuk serabut. Pertahanan tubuh atau imunisasi Pertahanan tubuh biasanya dalam bentuk antibodi, yaitu suatu protein khusus yang dapat mengenal dan menempel atau mengikat benda-benda asing yang masuk ke dalam tubuh seperti virus, bakteri, dan sel- sel asing lain.

Media perambatan impuls syaraf

Protein yang mempunyai fungsi ini biasanya berbentuk reseptor, misalnya rodopsin, suatu protein yang bertindak sebagai reseptor penerima warna atau cahaya pada sel-sel mata.

Pengendalian pertumbuhan

Protein ini bekerja sebagai reseptor (dalam bakteri) yang dapat mempengaruhi fungsi bagian-bagian DNA yang mengatur sifat dan karakter bahan.

Info Terbaru Untuk Yang Ingin Kursus HP Tentunya Terbaik Di Indonesia. Selengkapnya Kunjungi Situs Utama di www.lampungservice.com  Cv Lampung Service Pelatihan Seminar Terbaik Di Indonesia : Tengah Metro Pesawaran Tanjung Karang Kedaton Pahoman Way Halim Tulang bAwang Krui Menggala Kota Bumi Way Lima Teluk Betung Panjang Natar Kalianda Tegineneng Blambangan Umpu Danau Ranau Gedong Tataan

Rabu, 10 Maret 2010

pengalaman pertama berhubungan

pengalaman pertama berhubungan Untuk pertama kali, sebuah penelitian besar mengungkapkan alasan perempuan berhubungan seks. Alasan itu mulai dari tugas istri, menghilangkan rasa pusing, sampai sekedar ingin mendapatkan pengalaman. Pengertian Istilah Makna Artikel Ilmu Pendidikan Konten

Dua psikolog dari Universitas Texas di Austin, Cindy Meston dan David Buss, melakukan penelitian terhadap 1.006 perempuan antara Juni 2006-April 2009.

Hasil penelitian ini dibukukan dengan judul “Why Women Have Sex” yang mulai beredar pekan lalu.

Dalam penelitian itu mereka mengkhususkan diri pada soal seksualitas perempuan. “Sehingga kompleksitas psikologi seksual perempuan tidak dianggap sepele,” kata Buss.

Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa alasan perempuan melakukan hubungan seks itu sangat kompleks. Sebanyak 84 persen perempuan, misalnya, kadang melakukan hubungan seks karena itu kewajiban terhadap pasangan.

Jadi, saat enggan pun mereka akan melakukan hubungan badan. Angka ini lebih tinggi dibanding pria yang hanya 17 persen.

Perempuan juga kadang ingin membuat pasangan cemburu dengan berhubungan seks orang lain. Sebanyak 31 persen perempuan melakukan ini, sedang pria hanya 17 persen.

Jika melakukan hubungan seks tanpa perasaan apapun atau tanpa ikatan pernikahan, sebanyak 63 persen perempuan akan melakukannya dengan teman. Hanya 37 persen yang melakukannya dengan orang yang baru saja dikenal.

Meston mengatakan banyak dari responden yang menyatakan mereka berhubungan seks karena ingin mendapatkan pengalaman. “Mereka ingin petualangan, mereka ingin tahu bagaimana rasanya bersama para pria dari etnis berbeda,” katanya.

Perempuan lainnya memberi alasan lebih ekstrim. “Mereka cuma ingin agar tidak lagi perawan,” kata Meston.

Beberapa perempuan juga berhubungan seks karena alasan uang. Ini tidak dalam arti konvensional, seperti pelacur. Tapi bisa, misalnya, agar karir mulus.

Perempuan juga kadang berhubungan seks karena bisa menghilangkan rasa sakit haid dan pusing. Selain itu seks membuat santai dan tidur lebih nyenyak.

Survei ini dijalankan terhadap 1.006 perempuan dari negara-negara yang permisif terhadap hubungan seks di luar nikah yakni Amerika Serikat, Kanada, tiga negara Eropa, Australia, Selandia Baru, dan Israel. Satu negara timur, Cina, juga disertakan.

Partisipan dari berbagai etnis, agama (termasuk nonreligius), dan tingkat sosial ekonomi. Sekitar 80 persen responden sedang menjalin hubungan dengan orang lain dan 93 persen heteroseksual.

Ini adalah penelitian pertama yang menjelaskan alasan perempuan menjalin hubungan seks. Sebelumnya, penelitian lain tidak membahas “mengapa” tapi soal “bagaimana” atau “apa”.

Alfred Kinsey, dari Universitas Indiana yang merintis ilmu tentang hubungan seks misalnya, melakukan riset terhadap hampir 8.000 orang tentang pengalaman mereka berhubungan badan pada 1950-an. Masters and Johnson, lembaga dari Universitas Washington di St. Louis, meneliti soal orgasme mulai pada 1960-an.

Selain alasan perempuan melakukan hubungan seks, penelitian Meston dan Buss juga menemukan hasil berbeda-beda hubungan seks ini terhadap perempuan.

“Beberapa pengalaman seks terhadap perempuan di studi kami menyatakan bahwa itu mengakibatkan efek negatif terhadap perasaan atau harga diri,” kata Buss. “Tapi bagi yang lain, pengalaman seksual itu memberi eforia yang membuat mereka lebih hidup dan bersemangat.”


Info Terbaru Untuk Yang Ingin Kursus HP Tentunya Terbaik Di Indonesia. Selengkapnya Kunjungi Situs Utama di www.lampungservice.com  Cv Lampung Service Pelatihan Seminar Terbaik Di Indonesia : Tengah Metro Pesawaran Tanjung Karang Kedaton Pahoman Way Halim Tulang bAwang Krui Menggala Kota Bumi Way Lima Teluk Betung Panjang Natar Kalianda Tegineneng Blambangan Umpu Danau Ranau Gedong Tataan

Sabtu, 06 Maret 2010

memulai usaha warnet

memulai usaha warnet Usaha warnet adalah salah satu pilihan bisnis yang masih menjanjikan untuk beberapa
tahun kedepan. Internet sudah menjadi satu kebutuhan yang tidak bisa dipungkiri lagi,
internet sebagai pilihan terbaik untuk menunjang semua kebutuhan seperti, bisnis, pekerjaan
dan bahkan hobby. Maka dari itu sekali lagi kami katakan, bisnis jasa penyedia koneksi internet akan semakin dibutuhkan di masa masa mendatang. Pengertian Istilah Makna Artikel Ilmu Pendidikan Konten

Peluang bisnis warnet ini, memang keuntungannya besar, namun untuk memulainya tentu
saja memerlukan modal yang tidak kecil. Misalnya saja untuk memndapatkan peluang bisnis
warnet ini kita memerlukan modal untuk tempatnya yang anda pasti tahu bahwa modalnya
cukup besar. Selain itu kita juga memerlukan komputer yang lengkap dengan peralatnya dan
fasilitas fasilitas lainnya yang modalnya tidak sedikit.

Ada beberapa orang yang masih mengalami kendala untuk memulai bisnis ini, dikarenakan
keterbatasan pengetahuan akan teknologi komputer, keterbatasan pengetahuannya akan jaringan / networking sampai ke waktu yang cukup padat hingga tidak sempat untuk memulainya, yang pada akhirnya tertunda dan tertunda terus.

PELUANG BISNIS WARNET

Jika kita perhatikan saat ini salah satu peluang usaha yang sedang berkembang
pesat adalah usaha warnet . Penggunanya bervariasi mulai dari anak
-
anak hingga orang tua. Bisnis membuka usaha warnet masih akan  menjadi primadona setidaknya
saat ini dan beberapa tahun ke depan. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti di bawah ini: Kebutuhan akan internet yang semakin besar
di Indonesia Semakin seringnya dan luasnyaorang yang mengakses situs internetseperti facebook dan twitter
baik muda maupun tua, sehingga kebutuhan akan internet dan warnet semakin pesat. Pesaing
yang masih sangat sedikit terutama di daerah. Tingginya minat anak dan remaja di
Indonesia untuk bermain bersama

sama dengan temannya di Warnet. Munculnya warnet di suatu daerah akan memicu berkembangnya ilmu pengetahuan di daerah tersebut. Cepatnya rasio balik modal untuk usaha warnet dengan sistem yang baikTidak semua orang bisa membuat warnet dengan baik karena itu tingkat persaingan yang masih kurang.
Cara mengelolanya juga tidak diperlukan orang

orang yang mempunyai skill tinggi yang mahal. Semua orang bisa melakukannya asalkan dia mengerti komputer. Semakin banyaknya usaha warnet membuat persaingan semakin ketat. Untuk itu, para pengusaha warnet dituntut lebih kreatif dan memberikan pelayanan yang lebih agar pelanggan tetap merasa puas. Dengan begitu tidak perlu untuk menurunkan harga, namun dituntut untuk menambah nilai tersendiri. Berikut adalah beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk membuka usaha warnet yang akan menambah penghasilan:

. Lokasi
.
Pilihlah lokasi yang strategis, yang dekat dengan perumahan, dekat dengan sekolahan, kampus dan anak
-
anak nongkrong

. Tidak mesti harus dipinggir jalan raya karena sewanya  mungkin cukup tinggi, Perhatikan wilayah sekitar, jika sudah banyak warnet & Game Online berdiri disitu, sebaiknya anda hindari lokasi tersebut, selain anda bisa mematikan bisnis tersebut, kita juga dikhawatirkan tidak bisa berbalik modal. Ada cukup lah
an parkir, minimal parkir motor.

2. Perijinan.
Ijin dari tetangga dimana kita akan membuka usaha. Surat ijin usaha pada pemerintah daerah yang
bersangkutan.

3. Koneksi
Internet
.
Jika kita mendapat tawaran Bandwith yang jauh lebih m urah dibawah harga pasaran, kita harus berhati
-
hati
. Sebab kwalitas Bandwith sangat mene
ntukan baik/tidaknya warnet kita
.
Untuk Koneksi internet sarannya sbb:
-
Koneksi ADSL, pastikan bandwith anda dapatkan
384 Kbps dishare tidak terlalu banyak.
(Minimal dijamin tidak dibawah
32 Kbps)
-
Koneksi Wireless, pastikan ISP anda tidak lebih dari
5 KM dari jarak anda, tidak sering
interfrensi, dan Minta jalur Lokalnya
512 Kbps dan Jalur Internationalnya paling tidak
64 Kbps.
-
Tidak disarankan menggunakan Jalur CableVision dengan paket personal, ke
c
uali
LeasedLine.
-
Pastikan
memakai ISP yang bertanggung jawa
b dan siap melayani keluhan kita
jika terjadi
kerusakan (Walaupun kami paham betul, tidak ada satupun ISP yang bisa menjamin lancar
100%)
-
Cek terus kwalitas Internet
dengan cara sbb:
Kecepatan lo
kal dengan klik www.sijiwae.net/speedtest
Kecepatan International dengan klik www.speakeasy.com/speedtest
Selalu masuk ke C:>ping www.ragnarok.co.id
-
t
atau masuk ke C:>ping www.yahoo.com
-
t
4. Spesifikasi Unit Komputer.

Jika kita memilih komputer sebaiknya tanya kepada penjual bahwa komputer yang akan beli sesuai dengan spek yang diperlukan untuk warnet dan game online.
Contohnya:
Untuk Game On Line : Minimal Pentium
4/AMD Setara.

Ram 512 MB

HDD 80 Gb Monitor Layar Datar
17 Graphic Card
128 MB
Sedangkan jika hanya untuk warnet: Minimal Pentium 3 Ram 256MB

HDD 40GB
Monitor Layar Datar 17

Disarankan memakai LCD, karena CRT Mulai ditinggalkan akibat membuat mata lelah.


5. Ruangan.
Selalu dingin, pakai AC yang Hemat Listrik, Ruangan yang bersih dan nyaman.
Kursi
memakai dudukan untuk tangan, dan sandaran bahu yang tinggi (Minimal kursi manager)
Jika warnet usahakan ada ruangan Privasi dengan pembatas (Partisi)


6. Biaya Listrik
Biaya listrik per bulan ditentukan oleh kebutuhan listrik dari warnet tersebut. Un
tuk memperkirakan biaya listrik yang wajar tentu harus di analisa dulu seberapa besar kebutuhan
daya listrik. Sebagai contoh kasus kita coba menghitung berapa besar daya listrik yang
diperlukan oleh warnet dengan konfigurasi berikut:

PC : 11 unit @ 200 wat
t

Monitor:
11
unit CRT
15
@ 90 watt

Printer: 1 unit inkjet @ 40 watt

Scanner: 1 unit @45watt

Lampu indoor: 4 buah TL @ 25watt

Lampu outdoor: 2 buah TL @ 50watt

AC: 2 buah @ 1,5 PK ( 1 pk = 746 watt, 1,5 pk = 1119 )

Cooler: 1 unit @ 90 watt
Total
kebutuhan daya adalah:

PC = 11 x 200 = 2200 watt

Monitor = 11 x 90 = 990 watt

Printer = 1 x 40 = 40 watt

Scanner = 1 x 45 = 45 watt

Lampu indoor = 4 x 25 = 100 watt

Lampu outdoor = 2 x 50 = 100 watt

AC = 2 x 1119 = 2238 watt

Cooler = 1 x 90 = 90 watt

Total
kebutuhan daya = 5803 watt
Dilihat dari paparan di atas maka daya listrik terpasang yang disarankan adalah minimal
6600 watt. Biaya listrik untuk daya sebesar itu biasanya berada di kisaran Rp 900.000 s/d Rp
1.500.000 per bulan. Banyak cara (yang halal) untuk menurunkan pemakaian daya listrik.
Misalnya: menggunakan monitor LCD, mematikan pc/monitor yang tidak digunakan,
mengatur suhu AC pada suhu yang tidak terlalu din
gin

Info Terbaru Untuk Yang Ingin Kursus HP Tentunya Terbaik Di Indonesia. Selengkapnya Kunjungi Situs Utama di www.lampungservice.com  Cv Lampung Service Pelatihan Seminar Terbaik Di Indonesia : Tengah Metro Pesawaran Tanjung Karang Kedaton Pahoman Way Halim Tulang bAwang Krui Menggala Kota Bumi Way Lima Teluk Betung Panjang Natar Kalianda Tegineneng Blambangan Umpu Danau Ranau Gedong Tataan

Rabu, 03 Maret 2010

permeabilitas tanah


BAB 1
1.1.Latar Belakang
Permeabilitas didefenisikan secara kuantitatif sebagai pengurangan gas-gas , cairan-cairan atau penetrasi akar tanaman atau lawat melalui suatu massa tanah atau lapisan tanah.
Permeabilitas timbul karena adanya pori kapiler yang saling bersambungan satu dengan yang lainnya. Secara kuantitatif permeabilitas dapat dinyatakan sebagai kecepatan bergeraknya suatu cairan pada media berpori dalam keadaan jenuh.
Permeabilitas ini merupakan suatu ukuran kemudahan aliran melalui suatu media poreus. Secara kuantitatif permeabilitas diberi batasan dengan koefisien permeabilitas. Banyak peneliti telah mengkaji problema permeabilitas dan mengembangkan beberapa rumus. Permeabilitas intrinsik suatu akifer bergantung pada porositas efektif batuan dan bahan tak terkonsolidasi, dan ruang bebas yang diciptakan oleh patahan dan larutan. Porositas efektif ditentukan oleh distribusi ukuran butiran, bentuk dan kekasaran masing-masing partikel dan susunan gabungannya, tetapi karena sifat-sifat ini jarang seragam, konduktivitas hidrolik suatu akifer yang berkembang dibatasi oleh permeabilitas lapisan-lapisan atau masing-maisng zone, dan mungkin bervariasi cukup besar tergantung pada arah gerakan air.
Pengukuran permeabilitas tanah sangat penting untuk beberapa kepentingan di bidang pertanian, misalnya masuknya air ke dalam tanah, gerak air ke akar tanaman,aliran air drainase, evaporasi air pada permukaan tanah, kesemuanya itu dapat dipengaruhi oleh permeabilitas tanah yang mana berkaitan pula dengan peranan kondektifitas Hidroliknya.
1.2. Maksud dan Tujuan
Maksud diadakannya praktikum ini antara lain:
Agar mahasiswa mengetahui dan mengerti cara pengukuran atau penentuan
permeabilitas suatu sampel tanah dengan baik dan benar;
Agar mahasiswa mengetahui dan mengerti permeabilitas sampel tanah yang telah di
ambil.
Tujuan diadakannya praktikum ini antara lain:
Mahasiswa akan memahami dan mengerti cara pengukuran atau penentuan
permeabilitas suatu sampel tanah dengan baik dan benar;
Mahasiswa memahami dan mengerti permeabilitas sampel tanah yang telah di
ambil.;
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.Permeabilitas tanah
Permeabilitas tanah merupakan sifat bahan berpori, dia dapat mengalir / merembes dalam tanah, (dalam tanah dapat terjadi erkolasi air). Tinggi rendahnya permeabilitas ditentukan ukuran pori.
- Pori bersifat sangat permeable = permeabilitasnya tinggi = bersifat pervius
- Lempung bersifat impermeable = permeabilitasnya rendah = impervius
= rapat air / kedap air
- Lanau dan tanah campuran pasir lempung permeabilitasnya antara pasir lempung
Koefisien Permeabilitas (k). Nilai k untuk macam-macam tanah yaitu :
- Kerikil > 10 cm/det
- Pasir 10-1 O2 cm/det
- Lanau 102 -105 cm/det
- Lempung < 105 cm/det
Aliran dalam tanah umumnya aliran laminer berlaku hukum Darcy V = ki dimana :
V = kecepatan (cm/det
k = koefisien permeabilitas
I = gradien hidrolik h/l = selisih tinggi tekanan dibagi panjang lintasan
Dari rumus tersebut dapat didefinisikan k adalah kecepatan aliran bila gradien hidrolik 1 = 1 Sumber : http://www.membuatblog.web.id/2010/03/permeabilitas-tanah.html
Menurut Susanto dan Purnomo (1996), pada kebanyakan tanah, pada kenyataan konduktivitas hidroulik tidak selamanya tetap. Karena berbagai proses kimia, fisika dan biologi, konduktivitas hidroulik bisa berubah saat air masuk dan mengalir ke dalam tanah. Perubahan yang terjadi pada komposisi ion kompleks yang dapat dipertukarkanseperti saat air memasuki tanah mempunyai komposisi atau konsentrasi zat terlarut yang berbeda dengan larutan awal, bisa sangat merubah konduktivitas hidroulik. Secara umum konduktivitas akan berkurang bila konsentrasi zat terlarut elektrolit berkurang, disebabkan oleh penomena pengembangan dan dispersi yang juga dipengaruhu oleh jeni-jenis kation yang ada pelepasan dan perpindahan partikel-partikel lempung, selama aliran yang lama, bisa menghasilkan penyumbatan pori. Interaksi zat terlarut dan matrik tanah dan pengaruhnya terhadap konduktivitas hidroulik khususnya penting pada tanah-tanah masam dan berkadar natrium tinggi. Sumber : http://elissman16grt.blogspot.com/2010_04_01_archive.html
Pada beberapa masalah permeabilitas digunakan sebagai persamaan untuk Ks (keterhantaran hidrolik jenuh), sebagai contoh permeabilitas oleh Uhland dan O’Neal (1951), kecepatan aliran air pada kondisi hidrolik > 1 diukur sebagi permeabilitas tanah. Hukum Darcy menunjukkan bahwa kecepatan aliran (flux) adalah sama dengan Ks (keterhantaran hidrolik jenuh) hanya jika gradient hidrolik sama dengan 1. Karenanya nilai kecepatan aliran tidak sama dengan hhtp://Ks. Permeabilitas.web.id/2007/07.html
Permeabilitas sebagai sifat suatu benda yang dapat dirembesi oleh cairan (melalui osmosis atau difusi). Sedangkan wikipedia mendefinisikannya sebagai: Permeabilitas pada mekanika fluida dan ilmu tanah (umumnya dilambangkan dengan κ atau k) adalah ukuran dari kemampuan benda berpori (biasanya batu) untuk melewatkan cairan. Wordnetweb Princeton
Satuan permeabilitas dalam satuan internasional (SI) adalah m2 . Satuan lain yang biasa digunakan adalah darcy (D) atau yang lebih umum milidarcy (mD). Satu darcy setara dengan 10-12 m2 . Satuan lain yang biasa digunakan adalah cm2 . (1 m2 = 104 cm2).
Tanah adalah kumpulan partikel padat dengan rongga yang saling berhubungan. Rongga ini memungkinkan air dapat mengalir di dalam partikel melalui rongga dari satu titik yang lebih tinggi ke titik yang lebih rendah. Sifat tanah yang memungkinkan air melewatinya pada berbagai laju alir tertentu disebut permeabilitas tanah. Sifat ini berasal dari sifat alami granular tanah, meskipun dapat dipengaruhi oleh faktor lain (seperti air terikat di tanah liat). Jadi, tanah yang berbeda akan memiliki permeabilitas yang berbeda.
2.2.Hukum Darcy
Hukum Darcy menjelaskan tentang kemampuan air mengalir pada rongga-rongga (pori) dalam tanah dan sifat-sifat yang memengaruhinya. Ada dua asumsi utama yang digunakan dalam penetapan hukum Darcy ini. Asumsi pertama menyatakan bahwa aliran fluida/cairan dalam tanah bersifat laminar. Sedangkan asumsi kedua menyatakan bahwa tanah berada dalam keadaan jenuh.
"ν = k.i"
dengan v = kecepatan aliran (m/s atau cm/s)
k = koefisien permeabilitas
i = gradien hidrolik
Lalu telah diketahui bahwa: v = Q/At dan i=∆h/L , sehingga hukum Darcy bisa dinyatakan dengan persamaan:
Q= (k.A.t.∆h)/L
Dengan A = luas penampang aliran (m2 atau cm2)
t = waktu tempuh fluida sepanjang L (detik)
Δh = selisih ketinggian (m atau cm)
L = panjang daerah yang dilewati aliran (m atau cm)
2.3.Koefisien Permeabilitas
Hukum Darcy menunjukkan bahwa permeabilitas tanah ditentukan oleh koefisien permeabilitasnya. Koefisein permeabilitas tanah bergantung pada berbagai faktor. Setidaknya, ada enam faktor utama yang memengaruhi permeabilitas tanah, yaitu:
· Viskositas cairan, semakin tinggi viskositasnya, koefisien permeabilitas tanahnya akan semakin kecil.
· Distribusi ukuran pori.semakin merata distribusi ukuran porinya, koefesien permeabilitasnya cenderung semakin kecil.
· Distibusi ukuran butiran, semakin merata distribusi ukuran butirannya, koefesien permeabilitasnya cenderung semakin kecil.
· Rasio kekosongan (void), semakin besar rasio kekosongannya, koefisien permeabilitas tanahnya akan semakin besar.
· Kekasaran partikel mineral, semakin kasar partikel mineralnya, koefisien permeabilitas tanahnya akan semakin tinggi.
· Derajat kejenuhan tanah, semakin jenuh tanahnya, koefisien permeabilitas tanahnya akan semakin tinggi.

BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Alat dan Bahan
Ø Cooper ring (Ring sampel)
Ø Bak perendaman.
Ø Stop watch
Ø Seperangkat alat pengukur permeabilitas
Ø Gelas ukur
Ø Jangka sorong
Ø Penggaris
Ø Sampel tanah.
Ø Air
3.2. Langkah Kerja
· Mengambil sampel tanah dengan ring sampel.
· Menutup salah satu permukaan tanah dengan kain.
· Merendam contoh tanah beserta ring dengan air selama 24 jam agar udara di dalam pori tanah keluar, tinggi air ± 2/3 tinggi ring dan bagian permukaan yang diikat kain diletakkan di bagian bawah.
· Memindahkan sampel tanah beserta ring pada paralon yang telah disediakan dengan perekat karet ban dan meletakannya pada alat pengukur permeabilitas.
· Mengisi air pada alat pengukur permeabilitas dan mengalirkan air ke dalam pipa ayau paralon dengan konstan.
· Menampung air yang keluar dari alat pengukur setelah air yang keluar konstan tetes per tetes.
· Mengukur air yang keluar dari alat pengukur atau air yang tertampung pada gelas ukur dalam interval 15 menit yang diulangi sebanyak 3 kali.
· Menghitung rata-rata dari 3 kali pengukuran yang telah dilakukan.
BAB IV
HASIL PENGAMATAN
Dari pengamatan yang dilakukan, maka didapatlah data sebagai berikut :
Jumlah air yang keluar atau tertampung setelah aliran konstan setiap 15 menit :
· 10 menit pertama (Q1) : 56 ml
· 10 menit kedua (Q2) : 50 ml
· 10 menit ketiga (Q3) : 46 ml
Dengan ketentuan :
· Waktu (T) : 10 menit
· Tinggi ring (L) : 5 cm
· Tinggi paralon (H) : 21 cm
· Diameter Ring : 4,22 cm
· Jari-jari Ring (r) : 2,11 cm
Tabel 1. Data hasil pengamatan.
No
Rata-rata Q
L (cm)
H (cm)
A (cm)
t (jam)
1
50,67
4,8
8
4,4
0,25
2
50,67
4,8
8
4,4
0,25
3
50,67
4,8
8
4,4
0,25
BAB V
PERHITUNGAN
Dari data yang telah diperoleh di atas (data kelompok 2), maka dapat dihitung :
· Luas permukaan tanah (A) : π . r2
: 3,14 . 2,112
: 13,98
· Permeabilitas tanah (K) :
Ø K1 : ( Q1 . L ) / ( H . A . t )
: ( 56 . 4,8 ) / ( 8 . 4,4 . 0,25 )
: 30,55 cm/jam
Ø K2 : ( Q2 . L ) / ( H . A . t )
: ( 50 . 4,8 ) / ( 8 . 4,4 . 0,25 )
: 27,27 cm/jam
Ø K3 : ( Q3 . L ) / ( H . A . t )
: ( 46 . 4,8 ) / ( 8 . 4,4 . 0,25 )
: 25,1 cm/jam
Jadi Permeabilitas tanah tersebut adalah :
Ø K : ( K1 + K2 + K3 ) / 3
: (30,55 + 27,27 + 25,1) / 3
: 27,64 cm/jam
Atau :
Ø K : ( Q . L ) / ( H . A . t )
: ( 50,67 . 4,8 ) / (8 . 4,4 . 0,25 )
: 27,64 cm/jam
Dimana Q merupakan rata-rat dari Q1 sampai Q3.
Tabel 2. Data hasil perhitungan
No
Rata-rat Q
L (cm)
H (cm)
A (cm)
t (jam)
K (cm/jam)
Kateori
1
50,67
4,8
8
4,4
0,25
30,55
Sangat cepat
2
50,67
4,8
8
4,4
0,25
27,27
Sangat cepat
3
50,67
4,8
8
4,4
0,25
25,1
Sangat cepat
BAB VI
PEMBAHASAN
Dari hasil perhitungan diatas dapat disimpulkan dalam pembahasan menurut Darcy diketahui bahwa permeabilitas tanah yang diamati ialah sebesar 27,67 cm/jam. Besar kecilnya permeabilitas tanah juga dipengaruhi oleh :
· Tekstur Tanah.
Semakin halus tekstur tanah atau semakin banyak kandungan liat tanah maka peresapan atau permeabilitas air tanah menjadi lambat.
· Struktur tanah.
Tanah dengan ruang pori yang kecil-kecil dan sedikit maka permeabilitasnya juga akan menjadi lebih rendah dan begitu pula sebaliknya apabila tanah memiliki ruang pori yang besar dan banyak maka peresapannya juga akan semakin besara sehingga permeabilitasnya semakin besar pula.
· Bahan Organik
Semakin banyak bahan organik dalam tanah maka daya resapnya juga akan semakin tinggi sehingga permeabilitasnya juga semakin besar pula.
Angka yang di dapat dari hasil penghitungan permeabilitas tanah dengan menggunakan hukum Darcy dapat di interpretasikan dengan menggunakan tabel interpretasi sbb:
KELAS
PERMEABILITAS (cm/jam)
Sangat lambat
<0,125
Lambat
0,125-0,500
Agak lambat
0,500-2,000
Sedang
2,000-6,250
Agak cepat
6,250-12,500
Cepat
12,500-25,000
Sangat Cepat
>25,000
Sehingga dengan tabel diatas, angka permeabilitas 27,67 masuk dalam permeabilitasnya tergolong Sedang karena masuk diantara angka 2,000 – 6,250 hal ini disebabkan tanah yang digunakan sebagai sampel mempunyai kandungan liat yang sedang dan kandungan partikel – partikel tanah seperti kerikil, pasir, dan sisa – sisa akar tanaman. Sehingga pori-pori tanahnya besar atau beronga, yang menyebabkan air mengalir tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat (sedang).
BAB VII
KESIMPULAN
Dari hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa :
Ø Hasil pengukuran permeabilitas dari tanah yang dijadikan sampel oleh kelompok 2 ialah : 27,67 cm/jam. Sehingga masuk dalam permeabilitasnya Sedang karena masuk diantara angka 2,000 – 6,250 hal ini disebabkan tanah yang digunakan sebagai sampel mempunyai kandungan liat yang sedang dan kandungan partikel – partikel tanah seperti kerikil, pasir, dan sisa – sisa akar tanaman. Sehingga pori-pori tanahnya besar atau beronga, yang menyebabkan air mengalir tidak terlalu cepat dan
Ø Nilai 27,67 >25,000 dalam permeabilitas termasuk dalam kategori Sangat cepat.
Ø Beberapa faktor yang mempengaruhi besar kecilnya permeabilitas adalah tekstur tanah, struktur tanah dan kandungan bahan organik.


Info Terbaru Untuk Yang Ingin Kursus HP Tentunya Terbaik Di Indonesia. Selengkapnya Kunjungi Situs Utama di www.lampungservice.com  Cv Lampung Service Pelatihan Seminar Terbaik Di Indonesia Tengah Metro Pesawaran Tanjung Karang Kedaton Pahoman Way Halim Tulang bAwang Krui Menggala Kota Bumi Way Lima Teluk Betung Panjang Natar Kalianda Tegineneng Blambangan Umpu Danau Ranau Gedong Tataan